RSS
Tayang Kini

Apa yang tayang, dan kenapa itu penting

BCA Buyback Saham 19–21 Oktober, Saham BBCA Justru Turun 6,68 Persen

Redaksi Tayang Kini · Berita · 3 menit baca

Sekelompok profesional yang beragam mendiskusikan strategi bisnis dalam suasana kantor.
Ilustrasi · Foto: Sora Shimazaki / Pexels

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjalankan pembelian kembali saham selama tiga hari, 19 hingga 21 Oktober 2026, sebagai kelanjutan program yang digelar April dan Juni 2026. Selama periode itu seluruh pekerja BCA dilarang bertransaksi atas saham perseroan. Pada hari pertama, saham BBCA tercatat melemah di tengah pelaksanaan aksi korporasi tersebut.

Tayang · Diperbarui

Poin kunci

  1. 1BCA menjalankan buyback saham pada 19 hingga 21 Oktober 2026, dan hal itu dibenarkan Presiden Komisaris Jahja Setiaatmadja.[1]
  2. 2Buyback berlandaskan persetujuan RUPST pada 12 Maret 2026 dengan masa pelaksanaan 12 bulan, yakni hingga 11 Maret 2027.[3][4][5]
  3. 3Program ini melanjutkan buyback yang sudah terealisasi pada April dan Juni 2026.[4][6]
  4. 4Pada pukul 09.43 WIB, saham BBCA berada di level 4.820 setelah turun 6,68 persen atau 355 poin.[5]

JAKARTA, TAYANG KINI — PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menggelar pembelian kembali saham atau buyback selama tiga hari, mulai Senin, 19 Oktober hingga Rabu, 21 Oktober 2026 [4]. Jahja Setiaatmadja, Presiden Komisaris BCA, membenarkan kabar pelaksanaan aksi korporasi tersebut [1].

BCA sendiri telah mengumumkan jadwal itu secara resmi. "Kami informasikan bahwa Perusahaan akan melaksanakan pembelian kembali saham BCA (buyback) mulai tanggal 19 Oktober 2026 sampai dengan 21 Oktober 2026," kata BCA [1].

Selama masa buyback, seluruh pekerja BCA tidak diperbolehkan melakukan transaksi atas saham perseroan [2].

Dasar pelaksanaan buyback adalah persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang berlangsung pada 12 Maret 2026 [3]. Perseroan memiliki waktu 12 bulan untuk menjalankan program tersebut, terhitung sejak 12 Maret 2026 sampai 11 Maret 2027 [5].

Pelaksanaan kali ini bukan yang pertama tahun ini. Aksi korporasi pada pekan ini melanjutkan realisasi buyback yang dilakukan pada April dan Juni 2026 [6].

Manajemen BCA menjelaskan alasan di balik langkah tersebut. "Buyback juga menjadi wujud keyakinan BCA atas fundamental bisnis perseroan, sekaligus untuk mendukung stabilisasi pasar modal Indonesia," kata manajemen BCA [5].

Manajemen juga menyatakan pelaksanaan buyback tidak berdampak material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha perseroan [4]. "Kami akan senantiasa memperhatikan dinamika pasar dalam pelaksanaan buyback," kata manajemen BCA [4].

Dalam pernyataan lain, manajemen menyebut program dapat berakhir lebih awal. "Kecuali diakhiri lebih cepat oleh Perseroan dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan," kata manajemen BCA [3]. Manajemen menegaskan pula bahwa perseroan mematuhi prinsip Good Corporate Governance serta peraturan yang berlaku [6].

Di lantai bursa, hari pertama pelaksanaan diwarnai pelemahan harga. Pukul 09.43 WIB, saham BBCA bertengger di 4.820, turun 6,68 persen atau 355 poin [5]. Sumber lain mencatat penurunan sebesar 6,84 persen pada perdagangan Senin (19/10) [7].

Pengumuman buyback tidak menyertakan nilai dana yang disiapkan ataupun jumlah saham yang hendak dibeli kembali [2].

Analisis redaksi

Dua fakta yang muncul bersamaan pada Senin ini patut dibaca berdampingan: aksi pembelian kembali saham dimulai [4], sementara harga BBCA pada pagi hari justru turun 6,68 persen [5]. Manajemen menyebut buyback sebagai wujud keyakinan atas fundamental bisnis sekaligus upaya mendukung stabilisasi pasar modal [5]. Dari bahan yang ada, belum tampak apakah pelemahan itu mencerminkan tekanan jual yang lebih besar daripada daya serap buyback, atau semata kondisi pasar pada pagi itu. Selisih angka penurunan antarlaporan, 6,68 persen [5] dan 6,84 persen [7], juga menunjukkan bahwa pergerakan harga masih dinamis dan perlu dilihat hingga penutupan perdagangan.

Sisi lain yang menjadi pertanyaan adalah skala program. Pengumuman tidak mencantumkan dana yang disiapkan maupun jumlah saham yang akan dibeli [2], sehingga ukuran pengaruh buyback terhadap pasar sulit ditakar. Status program lanjutan setelah April dan Juni [6], serta sisa masa berlaku hingga Maret 2027 [5], berpotensi membuka ruang buyback tahap berikutnya, meski bahan tidak memuat rencana semacam itu.

Bagian ini memuat pandangan Redaksi Tayang Kini, terpisah dari fakta di atas.

Sumber

  1. [1] CNBC Indonesia
    BCA Mau Buyback 19-21 Oktober, Karyawan Dilarang Jual-Beli Saham ↗
  2. [2] www.suaralandak.co.id
    BCA Jalankan Buyback Saham pada 19 hingga 21 Oktober 2026 ↗
  3. [3] detikFinance
    BCA Umumkan Buyback Saham 19-21 Oktober ↗
  4. [4] investor.id
    BBCA Bakal Serok Saham Lagi, Simak Agendanya ↗
  5. [5] Kompas.com
    Jaga Stabilitas Pasar Modal, BCA Kembali Lakukan Buyback ↗
  6. [6] Bloomberg Technoz
    Bank BCA (BBCA) Buyback Saham, Dimulai 19 hingga 21 Oktober 2026 ↗
  7. [7] Emitennews.com
    BBCA Lanjutkan Buyback Saham, Eksekusi Periode 19-21 Oktober 2026 ↗

Baca juga