RSS
Tayang Kini

Apa yang tayang, dan kenapa itu penting

Roadster Baru Tesla Bisa Melayang: Produksi 2028, Uang Muka Mulai US$50.000

Redaksi Tayang Kini · Berita · 3 menit baca

Kotak suara putih dengan bendera AS dan lencana 'Saya Sudah Memilih' di latar belakang putih.
Ilustrasi · Foto: Sora Shimazaki / Pexels

Tesla memperkenalkan generasi kedua mobil sport listrik Roadster pada 15 Oktober 2026 di Waco, Texas, dengan teknologi hasil kolaborasi bersama SpaceX. Produksinya dijadwalkan mulai 2028, sementara laman reservasi sudah menampilkan uang muka mulai US$50.000. Kabar ini muncul beberapa hari menjelang laporan keuangan kuartal III-2026 perusahaan pada 21 Oktober.

Tayang · Diperbarui

Poin kunci

  1. 1Roadster generasi kedua diperkenalkan pada 15 Oktober 2026 dengan pendorong bergaya roket hasil kolaborasi dengan SpaceX.[2][4]
  2. 2Produksi ditargetkan dimulai pada 2028.[2][4][7]
  3. 3Laman reservasi mencantumkan uang muka US$50.000 untuk varian Performance dan US$250.000 untuk varian Thrust; varian Rocket juga tersedia.[2][4]
  4. 4Tesla mengklaim akselerasi 0–96 km/jam dalam 0,81 detik dengan bantuan sistem pendorong udara SpaceX.[4][5]
  5. 5Tesla dijadwalkan melaporkan kinerja keuangan kuartal III-2026 pada 21 Oktober 2026.[2]

JAKARTA, TAYANG KINI — Tesla memperkenalkan generasi terbaru supercar listrik Roadster di Waco, Texas, Amerika Serikat, pada 15 Oktober 2026 [1][2]. Mobil dua penumpang itu dikembangkan bersama SpaceX milik Elon Musk dan dilengkapi pendorong bergaya roket [2].

Peluncuran ini berlangsung hampir satu dekade setelah lini konsep awalnya pertama kali dipertontonkan kepada publik [1]. Elon Musk, yang menjabat CEO Tesla, menampilkan rancangan mobil lewat tayangan video presentasi resmi [1].

Produksi Roadster generasi kedua dijadwalkan baru berjalan pada 2028 [2][4]. Judul pemberitaan sejumlah media juga menempatkan tahun tersebut sebagai target siap produksi [7].

Untuk reservasi, laman Tesla memperlihatkan dua pintu masuk. Varian Performance meminta uang muka US$50.000, sedangkan varian Thrust meminta US$250.000 [2]. Selain keduanya, ada pula varian Rocket dalam lini ini [4].

Angka itu berbeda dari tawaran lama. Hampir sepuluh tahun lalu, perusahaan sempat menyebut harga dasar mobil ini US$200.000, setara sekitar Rp3,6 miliar [2].

Kepala Teknik Kendaraan Tesla, Lars Moravy, menyampaikan bahwa mobil sanggup melesat dari nol hingga 97 km/jam kurang dari satu detik, dengan kecepatan maksimum di atas 370 km/jam [2]. Dalam klaim yang lebih spesifik, akselerasi 0–96 km/jam disebut hanya butuh 0,81 detik berkat sistem pendorong udara SpaceX [4]. Pada klaim jarak tempuh, Tesla menyebut mobil ini bisa menempuh lebih dari 480 km untuk sekali pengisian daya [2].

Secara teknis, sistem pendorong udara mengandalkan dua tangki komposit berkapasitas gabungan sekitar 600 liter, berisi 250 kg udara bertekanan tinggi [4]. Ada pula sistem pengisap udara berpenggerak empat kipas elektrik yang menghasilkan gaya tekan ke bawah hingga 2G [4]. Mobil ini juga dilengkapi sistem aerodinamika aktif [4].

Dalam demonstrasi kemampuan melayang, mobil bergerak secara otonom tanpa pengemudi. Uji itu digelar di fasilitas pengujian roket SpaceX di McGregor, Texas [4]. Sejumlah media menggambarkan mobil tersebut bisa melompat bahkan bersalto di udara [5][6].

Di sisi pasar saham, JPMorgan mempertahankan rating saham Tesla dengan target harga US$415 [3]. Tesla sendiri dijadwalkan mengumumkan kinerja keuangan kuartal III-2026 pada 21 Oktober 2026 [2].

Analisis redaksi

Dari lensa ekonomi industri kreatif dan tontonan, peluncuran ini berpotensi dibaca sebagai produk sekaligus pertunjukan. Demonstrasi melayang tanpa pengemudi di fasilitas roket SpaceX [4] dan pemberitaan tentang mobil yang bisa melompat atau bersalto di udara [5][6] menunjukkan bahwa rancangan ini dikemas untuk menarik perhatian lebih dulu, sementara mobilnya baru dijadwalkan diproduksi pada 2028 [2][4]. Jeda sekitar dua tahun antara perkenalan dan produksi dapat menjadi ruang bagi perusahaan untuk menjaga percakapan publik, dan patut dicermati apakah perhatian itu bertahan hingga mobilnya benar-benar dikirim.

Skema uang muka berjenjang dari US$50.000 hingga US$250.000 [2] juga dapat dipandang sebagai cara mengukur minat sekaligus menghimpun dana di muka, meski bahan yang ada tidak memuat angka pemesanan. Waktunya pun menarik: pengumuman kinerja kuartal III-2026 dijadwalkan pada 21 Oktober [2], dan JPMorgan sebelumnya mempertahankan target harga saham US$415 [3]. Apakah peluncuran ini akan berpengaruh pada penilaian investor menjadi pertanyaan yang belum terjawab oleh bahan yang tersedia. Seluruh capaian performa juga masih berupa klaim perusahaan [2][4], sehingga pembuktiannya baru akan terlihat setelah produksi berjalan.

Bagian ini memuat pandangan Redaksi Tayang Kini, terpisah dari fakta di atas.

Sumber

  1. [1] detikoto
    Tesla Rilis Roadster Baru, Bisa Terbang! ↗
  2. [2] CNBC Indonesia
    Elon Musk Pamer Mobil Terbang, Melesat di Udara, Mendarat Mulus ↗
  3. [3] Investing.com Indonesia
    JPMorgan pertahankan rating saham Tesla dengan target harga $415 ↗
  4. [4] Oto
    Tesla Roadster Pamer Kemampuan Melayang, Akselerasi 0–96 Km/Jam 0,81 Detik! ↗
  5. [5] Blackxperience
    Bisa Terbang dan Lompat! Tesla Roadster Akhirnya Rilis, 0-100 Km/Jam Cuma 0,81 Detik ↗
  6. [6] RRI.co.id
    Tesla Pamer Roadster Terbaru, Mobil Listrik Ini Bisa Salto di Udara ↗
  7. [7] kontan.co.id
    Tesla Kembangkan Mobil Sport dengan Teknologi Roket, Siap Produksi 2028 ↗

Baca juga