RSS
Tayang Kini

Apa yang tayang, dan kenapa itu penting

GoTo Rilis LLM 27 Miliar Parameter di Bali Tech Week, Gratis untuk Publik

Redaksi Tayang Kini · Kilas · 2 menit baca

Kotak suara minimalis dengan 'Vote' dan bendera Amerika, melambangkan pemilihan.
Ilustrasi · Foto: Sora Shimazaki / Pexels

GoTo meluncurkan model bahasa besar (LLM) berkapasitas 27 miliar parameter untuk bahasa Indonesia dan bahasa daerah, termasuk Bahasa Bali, dalam Bali Tech Week di Sanur, Denpasar. Model itu dibuka gratis bagi startup, pelaku bisnis, universitas, peneliti, dan institusi publik. Di forum yang sama, Telkom Indonesia memaparkan komitmen pada kedaulatan digital melalui infrastruktur dan kecerdasan buatan.

Tayang · Diperbarui

Poin kunci

  1. 1GoTo meluncurkan LLM 27 miliar parameter untuk bahasa Indonesia dan bahasa daerah seperti Bahasa Bali.[1]
  2. 2Model tersedia gratis bagi startup, pelaku bisnis, universitas, peneliti, dan institusi publik.[1]
  3. 3Data latih mencakup teks dari mitra media, situs web sektor publik, dan data bahasa daerah.[1]
  4. 4Telkom Indonesia mendorong kedaulatan digital lewat infrastruktur, kecerdasan buatan, dan ekosistem teknologi mandiri di forum yang sama.[2][3]
  5. 5Telkom menargetkan konektivitas dari Sabang hingga Merauke.[2]

JAKARTA, TAYANG KINI — GoTo memperkenalkan model bahasa besar (LLM) berukuran 27 miliar parameter dalam rangkaian Bali Tech Week (BTW) di Sanur, Denpasar. Model tersebut dirancang untuk memahami bahasa Indonesia sekaligus bahasa daerah, salah satunya Bahasa Bali [1].

Pihak GoTo membuka akses model ini tanpa biaya. Penerimanya mencakup startup, pelaku bisnis, universitas, peneliti, hingga institusi publik [1].

Sumber belajar model itu berasal dari teks berbahasa Indonesia milik mitra media dan situs web sektor publik, ditambah data bahasa daerah [1].

CEO Grup GoTo, Hans Patuwo, menyebut pemanfaatan AI buatan luar negeri di Indonesia sudah berjalan baik, tetapi kebutuhan lokal menuntut pengembangan teknologi sendiri. "Indonesia telah memanfaatkan teknologi AI buatan luar negeri dengan baik. Namun, kita juga perlu mengembangkan AI buatan sendiri untuk menjawab tantangan dan kebutuhan lokal," kata Hans Patuwo [1].

"Ini sejalan dengan Visi Indonesia Digital 2045 dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk menciptakan ekosistem digital yang inklusif, kolaboratif, dan berbasis inovasi," kata Hans Patuwo [1].

Di arena yang sama, PT Telkom Indonesia memaparkan upayanya memperkuat kedaulatan digital nasional. Garapannya meliputi infrastruktur, kecerdasan buatan, dan ekosistem teknologi mandiri [2][3].

Telkom Group menyatakan mendukung inisiatif Komdigi untuk mempercepat transformasi digital. Agenda pemerintah itu bertumpu pada tiga pilar: terhubung, tumbuh, dan terlindungi [2][3].

Bagi kelompok usahanya sendiri, Telkom menyusun tiga pilar strategis, yakni sovereign digital infrastructure, sovereign intelligence impact, dan sovereign trust and resilience [2][3]. Perusahaan juga menargetkan jangkauan konektivitas dari Sabang hingga Merauke [2].

"Karena masa depan teknologi digital tidak akan dibangun oleh satu perusahaan atau institusi saja. Masa depan itu akan dibangun oleh ekosistem yang bergerak maju bersama," kata Nanang [2].

Komitmen Telkom disebut sejalan dengan peta jalan Indonesia Digital Nation menuju Indonesia Emas 2045 [2][3]. "Pada akhirnya, kita tidak hanya membangun jaringan, tetapi membangun kemampuan Indonesia untuk menentukan masa depan digitalnya sendiri," kata Nanang [2].

Analisis redaksi

Dua paparan di Sanur ini memperlihatkan gagasan teknologi buatan sendiri dibicarakan dari dua sisi. GoTo menampilkan produk yang langsung dapat dipakai, sedangkan Telkom menyodorkan kerangka infrastruktur dan strategi [1][2]. Keduanya sama-sama merujuk arah kebijakan Komdigi dan target jangka panjang 2045, sehingga kerangka yang dipakai kedua pihak tampak selaras [1][3].

Karena model GoTo digratiskan untuk kalangan yang luas, dari startup hingga peneliti, pertanyaan yang patut dicermati adalah seberapa jauh akses terbuka itu akan mendorong penelitian dan aplikasi berbahasa daerah [1]. Hal lain yang menjadi pertanyaan: bagaimana infrastruktur dan konektivitas yang digarap Telkom dapat berpotensi melengkapi pemanfaatan model semacam itu di berbagai wilayah [2]. Bahan yang ada belum memuat rincian kinerja model maupun jadwal pemanfaatannya, sehingga dampak nyata masih perlu dipantau.

Bagian ini memuat pandangan Redaksi Tayang Kini, terpisah dari fakta di atas.

Sumber

  1. [1] BALIPOST.com
    LLM Bahasa Indonesia dengan 27 Miliar Parameter Diluncurkan di Bali Tech Week ↗
  2. [2] ANTARA
    Telkom dorong kedaulatan digital Indonesia dalam Bali Tech Week 2026 ↗
  3. [3] ANTARA Bali
    Telkom maksimalkan penguatan kedaulatan digital Indonesia dalam Bali Tech Week 2026 ↗

Baca juga