6 Ciri WhatsApp Disadap dan Cara Mengatasinya: Panduan Keamanan 2026
Redaksi Tayang Kini · Kilas · 2 menit baca

WhatsApp memperkenalkan serangkaian pengaturan keamanan untuk mencegah akses tidak sah, termasuk verifikasi dua langkah, penguncian layar, dan fitur Restricted Chat yang membatasi akses percakapan hanya pada ponsel utama. Pengguna juga disarankan untuk mengaktifkan notifikasi keamanan dan kunci chat untuk perlindungan berlapis.
Tayang · Diperbarui
Poin kunci
JAKARTA, TAYANG KINI — WhatsApp terus memperkuat sistem keamanannya dengan memperkenalkan berbagai pengaturan baru yang dirancang untuk mencegah akses ilegal ke akun pengguna. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya kasus pencurian data dan penyadapan pesan yang marak terjadi belakangan ini. Pengguna kini memiliki lebih banyak kontrol atas privasi mereka melalui pembaruan sistem yang lebih ketat.
Salah satu fitur utama yang diperkenalkan adalah verifikasi dua langkah dengan kode PIN enam digit. Fitur ini menambahkan lapisan keamanan tambahan di luar kode OTP yang dikirim melalui SMS, sehingga akun lebih sulit dibobol oleh pihak ketiga yang memiliki akses ke nomor telepon korban [2]. Selain itu, dukungan untuk passkey juga telah diaktifkan, memungkinkan satu miliar pengguna untuk masuk ke aplikasi tanpa perlu mengingat kata sandi tradisional [1].
Untuk mencegah akses dari perangkat lain, WhatsApp kini menguji fitur Restricted Chat. Fitur ini membatasi akses percakapan tertentu hanya pada ponsel utama, sehingga chat tidak dapat dibuka melalui WhatsApp Web, komputer, tablet, atau ponsel sekunder [3]. Hal ini berbeda dengan fitur Linked Device yang sebelumnya memungkinkan sinkronisasi di berbagai perangkat secara bersamaan [4].
Pengguna juga dapat mengaktifkan Screen Lock untuk mengunci aplikasi menggunakan Face ID atau sidik jari. Pengaturan ini memastikan bahwa bahkan jika ponsel dicuri atau diakses oleh orang lain, aplikasi WhatsApp tetap terkunci dan tidak dapat dibuka tanpa autentikasi biometrik [2]. Selain itu, Security Notifications akan memberi tahu pengguna setiap kali kode keamanan kontak berubah, memberikan peringatan dini jika ada aktivitas mencurigakan [2].
Fitur Kunci Chat juga tersedia untuk melindungi percakapan spesifik dengan autentikasi perangkat seperti kode sandi atau biometrik. Ini memberikan perlindungan berlapis untuk percakapan yang dianggap sensitif atau pribadi [3]. Dengan kombinasi pengaturan ini, pengguna dapat meminimalkan risiko akun mereka disadap atau diakses oleh orang yang tidak berwenang.
Pendaftaran ulang nomor WhatsApp menggunakan kode verifikasi juga akan mengeluarkan perangkat lain yang sedang menggunakan akun tersebut. Ini adalah mekanisme keamanan bawaan yang memastikan hanya pemilik nomor yang sah yang dapat mengakses akun [4]. Pengguna disarankan untuk segera mengaktifkan semua pengaturan keamanan ini untuk menjaga privasi dan keamanan data pribadi mereka.
Analisis redaksi
Dari sudut redaksi, pembaruan fitur keamanan WhatsApp ini mencerminkan pergeseran fokus dari sekadar enkripsi end-to-end menuju kontrol akses perangkat yang lebih ketat. Dengan adanya Restricted Chat dan verifikasi dua langkah yang lebih kompleks, WhatsApp berusaha menutup celah keamanan yang sering dieksploitasi melalui pencurian perangkat fisik atau akses ke nomor telepon korban. Hal ini menunjukkan bahwa keamanan akun tidak lagi hanya bergantung pada algoritma enkripsi, tetapi juga pada manajemen akses dan autentikasi pengguna yang lebih proaktif. Pengguna perlu memahami bahwa fitur-fitur ini bukan hanya tambahan, melainkan kebutuhan mendesak di era di mana privasi digital semakin rentan.
Bagian ini memuat pandangan Redaksi Tayang Kini, terpisah dari fakta di atas.
Sumber
- [1] Media Indonesia6 Ciri WhatsApp Disadap dan Cara Mengatasinya dengan Cepat ↗
- [2] Kompas.comAktifkan 6 Pengaturan Ini agar Akun WhatsApp Lebih Aman ↗
- [3] RRI.co.idFitur Privasi WA Baru Cegah Akses Chat dari Ponsel Lain ↗
- [4] BeritaSatu.com6 Tanda WhatsApp Diakses Orang Lain dan Cara Mengamankan Akun ↗